Skip to main content

29 Februari 2008


*KEPADA ANAKKU DAN ABANGKU*

(Ibunda)
Lewat lagu ibu rangkai kata
Agar ananda selalu riang gembira
Lewat angin ibu kirim pesan
Agar ananda tak pernah lupa bersyukur
Lewat kasih sayang ibu berikan sejuta pengharapan
Agar ananda dimudahkan memasuki surga di kaki ibu
Berjuanglah anakku
Doa ibu akan selalu teriring
Dalam setiap perjalanan dan perjuanganmu
------------------------------------------------------

(Ayahanda)
Anak-anakku…
Kalian adalah putra-putri yang hidup pada diri sendiri
Lewat aku kalian lahir…namun tidak dariku
Kalian ada padaku...tapi bukan hakku
Patut kuberikan rumah untuk ragamu...tapi tidak untuk jiwamu
Sebab jiwamu adalah penghuni rumah masa depan
yang tak pernah dapat aku kunjungi,
Sekalipun dalam mimpi
Aku ibarat busur, kau adalah anak panah yang meluncur
Sang Pencipta Maha Tahu sasaran keabadian
Dia merentangku dengan kekuasaan-ya
Hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat
Meliuk dengan suka cita dalam rentangan Sang Pencipta
Sebab Dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat
Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap
Terus melangkah ananda
Semoga diberi kemudahan dalam segala urusanmu
------------------------------------------------------

(Fandi)
Dari bumi Iskandar Muda Serambi Mekkah
Kutitipkan salam lewat semilir angin
Kupanjatkan doa lewat i’tikaf
Semoga abang selalu sehat, sabar dan tetap semangat
Untuk meraih cita-cita
Salam hangat dari adikmu
Di hari spesial
Dalam tahun kabisat ini
------------------------------------------------------

(Fetty)
Cinta...
Kebahagiaan...
Kasih sayang...
Persaudaraan..
Tumbuh dari hati yang tulus
Kita lahir dan dibesarkan lewat cinta dan kasih sayang mama dan papa
Semoga tali kasih sayang ini kian kokoh dan abadi diantara kita
Dan merekapun akan tersenyum
Karena putra-putrinya selalu pandai
Bersyukur...
Cerdas...
Ikhlas berbakti...
Berbahagialah di usiamu ini
Selalu sehat, berlimpah rezeki
Salam sayang dari adik putrimu
Semoga sukses dalam segala hal
------------------------------------------------------

(Nashri)
Abangku yang baik hati
Di lantai dua rumah kita
Berjejer foto abang waktu kecilmu
Gagah dan lucu...
Bisa kubayangkan betapa bahagianya ayah dan ibu kala itu
Merayakan ulang-tahun anaknya dengan penuh kasih sayang
Katanya ibu waktu itu masih di rumah kontrakan
Hari ini...
Meski tak ada lilin yang ditiup
Walau tak ada kue yang dipotong
Dan pernak-pernik dekorasi yang menghiasi ruangan
Namun pasti tak mengurangi kebahagiaan abangku
Ayo...
Nyanyikan lagumu
Kerjakan tugasmu
Kokohkan tekad dan semangatmu
Sembari tengadah kedua tangan
Memohon rahmat dan ampunan-Nya

Semoga sukses dan menjadi kebanggaan kami semua

Comments

Popular posts from this blog

Kebijakan Relokasi Kerusuhan terhadap Korban Pengungsi di Kabupaten Sambas Tahun 1999: Konflik Etnis antara Madura dan Melayu

Internally displaced Persons adalah sebuah istilah bagi para kelompok masyarakat yang pindah dari tempat tinggalnya dan menetap di daerah lain untuk menetap sementara waktu atau hal ini dikenal dengan istilah pengungsi. Sambas adalah sebuah Kabupaten yang terletak di bagian pesisir yang di tempati oleh berbagai suku etnis misalnya suku bugis, madura, jawa batak dll, namun Kabupaten Sambas mayoritas ditempati oleh Melayu, Dayak dan Cina (Tiong Hoa). Khusus tentang konflik Sambas pada tahun 1999 yang terjadi adalah etnis Melayu Sambas dengan suku Madura (yang bertempat tinggal di Sambas) yang menewaskan ratusan jiwa dan hancurnya ratusan rumah dan harta warga Madura. Rekonsiliasi Konflik

Bintang dari Manglayang dan Nakhoda Pemerintahan: Sebuah Refleksi Ikrar Pamong yang didedikasikan untuk seluruh Purna Praja STPDN/IPDN di Indonesia

Ksatrian IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat (Rabu, 28 Agustus 2013) “ Kami Putra-putri Indonesia yang memiliki profesi sebagai Pamong, berjanji: Setia kepada Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 ; Sedia berkorban untuk kepentingan, negara/bangsa dan masyarakat ; Siap melayani dan mengabdi untuk kepentingan masyarakat dimana pun kami bertugas. Kami sadar, ikrar ini didengar oleh Tuhan dan manusia, semoga Tuhan memberikan kekuatan lahir dan batin agar kami dapat melaksanakan ikrar kami ini.” ( Ikrar Pamong ) Bintang Purna Praja kembali bertambah jumlahnya dan bersinar di langit Indonesia. Sesaat setelah pin Purna Praja berwarna kuning keemasan itu disematkan di sebelah kanan dada pakaian kebesaran, suara lantang dari Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XX berkumandang di Ksatrian dan seantero Jatinangor. Suara keyakinan dan kesiapan putra-putri Kawah Candradimuka yang menegaskan Ikrar Pamong bagi bangsa dan negara. Saat ikrar itu d...

Dinamika, Kontinum dan Globalisasi Administrasi Publik

Woodrow Wilson 1.         Dinamika perubahan fokus administrasi publik, mulai dari administrasi sebagai administrasi negara sampai dengan administrasi publik dalam paradigma governance serta implikasi pada praktik administrasi publik. Dinamika Pertama , administrasi sebagai administrasi negara. Administrasi negara telah mengalami tahapan perkembangan yang diklasifikasikan berdasarkan berbagai cara pandang (paradigma) dalam rentang waktu tertentu yang memiliki ciri-ciri tertentu sesuai dengan locus dan focus paradigma tersebut. Akan tetapi, tidak semua paradigma memiliki penekanan pada locus dan focus secara sekaligus atau bersamaan. Menurut Thoha (2008: 18), locus menunjukkan dimana bidang ini secara institusional berada, sedangkan focus menunjukkan sasaran spesialisasi dari bidang studi tersebut. Untuk mengidentifikasi perubahan fokus pada dinamika pertama administrasi sebagai administrasi negara, lebih lanjut Henry dalam Yudiatmaja (2012...