Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Teori Organisasi dan Manajemen Publik

Penerapan Learning Organization di Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Barat

Pendahuluan Paper ini mendiskusikan dan menganalisa tentang upaya pengembangan kualitas pegawai negeri sipil di Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Barat. Menurut asumsi penulis yang didasari oleh pengalaman kerja sebagai PNS selama 2 (dua) tahun di lingkungan Pemkab Aceh Barat serta beberapa data yang berhasil dihimpun dari penelitian orang lain, pengembangan pegawai negeri sipil masih kurang optimal sehingga kualitas pegawai masih rendah. Padahal, perkembangan cara pandang tentang jalannya birokrasi saat ini dari sisi sumber daya aparatur yang ada di dalamnya mengarah pada budaya learning organization (pembelajaran organisasi). Melalui argumen tersebut, penulis mencoba menganalisa identifikasi permasalahan dengan mendasari tulisan ini pada teori organisasi dan manajemen. Dengan demikian, setidaknya ada 3 (tiga) isu penting yang dibahas di dalamnya. Pertama , gambaran singkat pelaksanaan pengembangan pegawai yang dilaksanakan oleh Pemkab Aceh Barat, dalam hal ini Bagian Kepegawaian...

Analisa Diferensiasi dan Integrasi Organisasi pada Kantor Camat Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat

1. Analisa Informasi - Diferensiasi Sesuai dengan teori Informasi Diferensiasi, Kantor Camat Arongan Lambalek memiliki fungsi-fungsi yang terbagi dalam tugas pokok dan tugas pelayanan. Berdasarkan PP No. 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, Kantor Camat Arongan Lambalek diklasifikasikan pada Kecamatan Tipe B. Oleh karena itu, berdasarkan analisa diferensiasi tersebut susunan organisasinya terdiri dari:

Review Prof. Dr. Miftah Thoha, MPA : “Birokrasi Pemerintah dan Kekuasaan di Indonesia"”

Tanggapan terhadap BAB 8: PERCAKAPAN IMAJINER DENGAN MAX WEBER   Pada bab ini, penulis mendeskripsikan tentang awal mula lahirnya konsep birokrasi melalui percakapan imajiner antara penulis dengan Max Weber. Secara umum, dapat dipahami bahwa penulis berupaya mengilustrasikan konsep Max Weber tersebut dengan kenyataan penerapan birokrasi yang dijalankan pada situasi dan kondisi yang berbeda-beda, seperti di Indonesia. Menurut pemahaman saya, pada dasarnya Max Weber menciptakan sejenis konsep yang bermaksud untuk mengatur orang-orang pada suatu organisasi dalam menjalankan sebuah pekerjaannya untuk mencapai tujuan tertentu secara rasional dan efisien, serta mampu menampung prinsip-prinsip kehidupan kekinian. Konsep tersebut terlahir sebagai sebuah model “ ideal type ” yang merupakan konstruksi murni dari sifat-sifat yang menjadi gejala pelaksanaan organisasi. Sifat-sifat yang menonjol dari konsep Weber tersebut antara lain adalah: (1) prinsip kepastian dan diatur oleh huku...