Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Renungan

End of March

Orang bersih cenderung disingkirkan dalam struktur birokrasi... Mars Korpri Satukan irama langkahmu, bersatu tekad menuju ke depan Berjuang bahu membahu, memberikan tenaga tak segan Membangun negara yang jaya, membina bangsa besar sejahtera Memakai akal dan daya, membimbing membangun mengemban Berdasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar '45 serta dipandukan oleh haluan negara, kita maju terus Di bawah panji Korpri, kita mengabdi tanpa pamrih Di dalam naungan Tuhan Yang Maha Kuasa, Korpri maju terus

Kesyirikan dan Bahayanya

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan akan mengampuni dosa yang levelnya di bawah syirik bagi orang yang Dia kehendaki.” (QS. An-Nisaa: 48)  Wajib bagi seorang muslim untuk merasa taut dari kesyirikan. Seorang muslim yang benar-benar takut terjatuh ke dalam kesyirikan adalah seorang muslim yang mau mempelajari apa itu hakikat kesyirikan agar ia tidak jatuh ke dalamnya. Sebagaimana ungkapan seorang penyair:  Aku mengetahui keburukan bukan untuk melakukannya, tapi untuk menjauhinya  Siapa yang tidak mengetahui keburukan dari kebaikan, dia akan terjatuh ke dalamnya  Syirik adalah menjadikan sekutu atau tandingan bagi Allah SWT dalam salah satu hak khusus Allah. Hak khusus tersebut meliputi sifat Rububiyyah, Uluhiyyah serta nama dan sifat Allah. 

Jaga Persaudaraan, Hindari Permusuhan

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan) karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang.” (QS. Al-Hujurat: 12)  Pada hakikatnya persaudaraan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Dengan persaudaraan interaksi sosial di masyarakat aman, lancar dan nyaman. Di tempat kerja atau tempat menuntut ilmu, suasana persaudaraan menumbuhkan sinergi, saling menolong dan meningkatkan kinerja gairah belajar dan bekerja. Lebih dari itu, persaudaraan mengundang rahmat Allah SWT.  Karena itu, sudah semestinya kita selalu berupaya menjaga persaudaraan. Jangan beri peluang sekecil apa pun titik api permusuhan membesar dan menghanguskan nilai-nilai persaudaraan. Maka, apa saja yang mesti kita jaga agar persaudaraan tetap lestari? 

Sebelas Sikap yang Dapat Menghancurkan Karir

Arogansi . Ini merupakan sikap dimana diri merasa paling benar dan orang lain salah. Aloofness .  Sulit berkomunikasi dengan orang lain. Eagerness to please .  Orang yang mengejar popularitas dalam setiap situasi. Eccentricity .  Menunjukkan sikap yang ingin selalu berbeda dari sikap orang lain. Sikap ini justru sering dianggap negative oleh orang lain. Excessive Caution .  Seseorang yang selalu takut dalam mengambil keputusan. Habit Distrust .  Sikap dimana tidak bisa mempercayai orang lain dan selalu curiga. Mischievousness .  Orang dengan sikap bahwa peraturan dibuat untuk dilanggar. Melodrama .  Sikap seseorang yang ingin menjadi pusat perhatian di setiap kesempatan. Passive Resistance .  Sikap dari seseorang yang selalu tidak yakin dengan apa yang dikatakannya. Perfectionism .  Selalu ingin tampak sempurna. Sehingga yang terlihat semua hal yang salah. Volatility .  Orang dengan sikap yang sulit ditebak dan bersikap ...

Beda Cinta, Suka dan Sayang

Di hadapan orang yang kamu cintai, jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat Apabila kamu melihat mata orang yang kamu cintai, matamu berkaca-kaca Di hadapan orang yang kamu cintai, kata-kata berasal dari perasaan yang terdalam Jika orang yang kamu cintai menangis, kamu juga ikut menangis di sisinya Perasaan cinta itu dimulai dari mata Apabila kamu mencoba menutup mata dari orang yang kamu cintai, cinta itu akan berubah menjadi tetesan air mata dan akan terus tinggal di hatimu dalam jarak waktu yang cukup lama Love Apabila kamu melihat mata orang yang kamu suka, kamu hanya tersenyum saja Di hadapan orang yang kamu sukai, kata-kata berasal dari pikiran saja Jika orang yang kamu sukai menangis, kamu hanya menghiburnya saja Perasaan suka itu dimulai dari telinga Apabila kamu mencoba berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga saja Tetapi selain rasa suka dan cinta, ada perasaan yang lebih mendalam Yaitu rasa sayang Rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta Rasa yang tidak ...

Sudahkah Kita Bersedekah?

Sedekah, mendengar namanya, orang sudah kenal keutamannya. Sedekah berasal dari As-Shidq, yang berarti jujur. Seorang muslim yang bersedekah berari dia membuktikan kejujuran dalam beragama. Betapa tidak, harta yang merupakan bagian yang dia cintai dalam hidupnya, harus diberikan kepada pihak lain. Karena itulah, Nabi Muhammad SAW menyebut sedekah sebagai "burhan" atau bukti. Dalam hadits dari Abu Malik Al-Asy'ari, Nabi Muhammad SAW bersabda, " Shalat adalah cahaya. Sedekah merupakan bukti. Sabar itu sinar panas, sementara Al-Quran bisa menjadi pembelamu atau sebaliknya, menjadi penuntutmu ." (HR. Muslim) Sedekah

Surat dari Ibu dan Ayah (Kutipan dari Video)

Anakku, Ketika aku semakin tua, aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku. Suatu ketika aku memecahkan piring, atau menumpahkan sup di atas meja karena penglihatanku berkurang, aku harap kamu tidak memarahiku. Orang tua itu sensitif, selalu merasa bersalah saat kamu berteriak. Ketika pendengaranku semakin memburuk dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan, aku harap kamu tidak memanggilku "Tuli!". Mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya. Maaf Anakku, aku semakin tua. Ketika lututku mulai lemah, aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantuku bangun. Seperti bagaimana aku selalu membantumu saat kamu masih kecil, untuk belajar berjalan. Aku mohon jangan bosan denganku. Ketika aku terus mengulangi apa yang kau katakan seperti kaset rusak, aku harap kamu mendengarkanku. Tolong jangan mengejekku, atau bosan mendengarkanku. Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu ingin sebuah balon? Kamu mengulangi apa yang kamu m...

Kupinang Kau dengan ....

Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya. Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah. Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan. Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah berbeda. Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka menggenapkan agamanya. Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk ‘merebut’ sang perempuan muda, dari sisinya. “Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?” tanya sang setengah baya. “Iya, Pak,” jawab sang muda. “Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? ” tanya sang setengah baya sambil menunjuk si perempuan. “Ya Pak, sangat mengenalnya, ” jawab sang muda, mencoba meyakinkan. “Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelum...