Skip to main content

Posts

Bintang dari Manglayang dan Nakhoda Pemerintahan: Sebuah Refleksi Ikrar Pamong yang didedikasikan untuk seluruh Purna Praja STPDN/IPDN di Indonesia

Ksatrian IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat (Rabu, 28 Agustus 2013) “ Kami Putra-putri Indonesia yang memiliki profesi sebagai Pamong, berjanji: Setia kepada Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 ; Sedia berkorban untuk kepentingan, negara/bangsa dan masyarakat ; Siap melayani dan mengabdi untuk kepentingan masyarakat dimana pun kami bertugas. Kami sadar, ikrar ini didengar oleh Tuhan dan manusia, semoga Tuhan memberikan kekuatan lahir dan batin agar kami dapat melaksanakan ikrar kami ini.” ( Ikrar Pamong ) Bintang Purna Praja kembali bertambah jumlahnya dan bersinar di langit Indonesia. Sesaat setelah pin Purna Praja berwarna kuning keemasan itu disematkan di sebelah kanan dada pakaian kebesaran, suara lantang dari Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XX berkumandang di Ksatrian dan seantero Jatinangor. Suara keyakinan dan kesiapan putra-putri Kawah Candradimuka yang menegaskan Ikrar Pamong bagi bangsa dan negara. Saat ikrar itu d...

Merantau Jilid 2: Masih Ada (Keikhlasan dan Kelembutan Hati)

“... Oh Andromeda, biarlah engkau bersinar di antara ribuan bintang lainnya S ebagai isyarat Tuhan akan pesona dan keagungan cinta , yang berharap kembali N amun suatu saat nanti pelitamu ’kan abadi bersama mimpi ...” (Dear Andromeda: Kabisat) Chapter 7 -------------------------------------------- Yunani dan Ethiopia Sebelum Masehi -------------------------------------------- Kalimat-kalimat cerdik dari Nereid—Venus dan para dewi laut—berhasil menambah kemarahan Poseidon. Sebagai Dewa yang menguasai laut, Poseidon tidak senang mendengar kesombongan istri Raja Ethiopia yang mengumbar kecantikan dirinya dan putrinya di seantero negeri mereka itu. Sontak, rakyat Ethiopia bangkit cemasnya. Mereka takut akan murka Dewa Laut yang terkenal temperamental. Kekhawatiran mereka akhirnya menjadi kenyataan. Cepheus sebagai pemimpin tertinggi negeri Ethiopia mengumumkan peringatan Poseidon ke seluruh penjuru negeri. Seketika bencana memporak-porandakan seluruh wilayah. K...

Real Madrid dan Obat Hati: Memandang Manajemen Strategis dari Kabisat

“Masalah nyata kita bukanlah kekuatan hari ini, tapi tindakan nyata hari ini yang menjamin kekuatan masa depan.” (Calvin Coolidge) Kutipan sederhana itu jadi awal pembuka kuliah Manajemen Strategis Sektor Publik edisi ketiga. Aku menyebutnya edisi ketiga karena Pak Subando menjadi dosen ketiga dari tim pengampu mata kuliah ini selain Pak Warsito dan Bu Ambar Teguh. Dan pendahuluan darinya membuka mindset baru bagi kami dalam memahami mata kuliah teknis sekaligus dipandang terlalu repot ini oleh sebagian orang, termasuk aku. Menarik untuk mengulas, merefleksikan pada kehidupan dan membaginya untuk kalian. Ilustrasi Manajemen Strategis

Merantau Jilid 2: Tak mau kurang, selamanya

“... Another aeroplane , a nother sunny place . I’m lucky, I know . But I wanna go home. I’ve got to go home . Let me go home . I’m just too far from where you are . I wanna come home...” (Home: Michael Buble) Chapter 6 Pelukan hangat Ayahanda. Sambutan pertama masa liburan semester satu magisterku yang kudekap erat di antara dinginnya malam. Kami bertemu di jalan—lorong Abuid. Saat itu, dengan teluk belanga hijau berbalutkan kain sarung hitam beliau melangkah keluar rumah menuju meunasah Drien Rampak. Begitu selesai azan Isya, salam dan peluk jadi awal pengantar kerinduan kami berdua. Lalu, Ayah kembali menerobos gelap. Oktober dua ribu dua belas, usia Ayah sudah kepala enam. Entah mengapa, sosoknya selalu menginspirasi sepanjang masa. Tegas dan penuh kasih sayang. Prinsip yang teguh dan penuh pertimbangan. Kuat dan tegar, namun kegalauannya senantiasa terasa walau tak terucap. Pria koleris, tetapi juga melankolis. Sudah tak terhitung aku direpresentasikan oleh ora...

Kau dan Aku

Kau dan Aku Sedih melihat letak berdiri yang berbeda Kau dan Aku Sebentar saja bersinggahan, kemudian ditinggal lagi oleh bayangan Kau dan Aku Mencoba merangkai jiwa yang bimbang karena kecemasan Kau dan Aku Kebingungan oleh sakitnya yang kian tak terbilang Kau dan Aku Padahal diberi jaminan oleh alam yang berbaik hati, meski tubuh selalu tetap kedinginan Kau dan Aku Seandaianya mengerti ungkapan, jadilah kita duduk bersandaran di kesyahduan pelaminan Karena cintapun sebenarnya hanya ingin dan mau Kau dan Aku Di dalam keindahan suci pernikahan (Bukan tulisanku, tapi tulisan seseorang yang penuh makna)

Kesyirikan dan Bahayanya

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan akan mengampuni dosa yang levelnya di bawah syirik bagi orang yang Dia kehendaki.” (QS. An-Nisaa: 48)  Wajib bagi seorang muslim untuk merasa taut dari kesyirikan. Seorang muslim yang benar-benar takut terjatuh ke dalam kesyirikan adalah seorang muslim yang mau mempelajari apa itu hakikat kesyirikan agar ia tidak jatuh ke dalamnya. Sebagaimana ungkapan seorang penyair:  Aku mengetahui keburukan bukan untuk melakukannya, tapi untuk menjauhinya  Siapa yang tidak mengetahui keburukan dari kebaikan, dia akan terjatuh ke dalamnya  Syirik adalah menjadikan sekutu atau tandingan bagi Allah SWT dalam salah satu hak khusus Allah. Hak khusus tersebut meliputi sifat Rububiyyah, Uluhiyyah serta nama dan sifat Allah. 

Jaga Persaudaraan, Hindari Permusuhan

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan) karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang.” (QS. Al-Hujurat: 12)  Pada hakikatnya persaudaraan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Dengan persaudaraan interaksi sosial di masyarakat aman, lancar dan nyaman. Di tempat kerja atau tempat menuntut ilmu, suasana persaudaraan menumbuhkan sinergi, saling menolong dan meningkatkan kinerja gairah belajar dan bekerja. Lebih dari itu, persaudaraan mengundang rahmat Allah SWT.  Karena itu, sudah semestinya kita selalu berupaya menjaga persaudaraan. Jangan beri peluang sekecil apa pun titik api permusuhan membesar dan menghanguskan nilai-nilai persaudaraan. Maka, apa saja yang mesti kita jaga agar persaudaraan tetap lestari?